murah, pasang iklan anda disini

Pasang Iklan Banner Super Murah di Blog
Pasang Iklan Banner Super Murah di Blog
Pasang Iklan Banner Super Murah di Blog
Pasang Iklan Banner Super Murah di Blog

Wednesday, 17 September 2014

Doa Selamet Oleh warga,, Aktivitas Gunung Slamet Menurun

Sejak hari Sabtu (13/9/2014) Gunung Slamet sudah tidak mengeluarkan lava pijar lagi. Aktivitas letusan pun terus mengalami penurunan dan tidak terjadi dentuman sesering hari-hari di pekan lalu. Apakah Gunung Slamet sudah berhenti meletus? Hingga kini status Gunung Slamet masih dalam keadaan siaga.
 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan bahwa Gunung Slamet memang tidak memiliki watak letusan yang seganas gunung Merapi atau Gunung Kelud. Hal itu disampaikan Kepala Pusat data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho saat dikonfirmasi dari Pemalang, Senin (15/9/2014) seperti yang dilansir dari oleh Okezone.


BNPB sendiri belum bisa memastikan apakah penuruan aktivitas Gunung Slamet ini berarti bahwa aktivitas letusan telah berhenti atau memang hanya berdiam sementara. Sejauh ini, Pengamat Gunung Api di Pos Pengamatan Gunung Slamet, Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari masih melakukan pengamatan dan menemukan kondisi bahwa aktivitas Gunung Slamet terus cenderung menurun.

Karena status Gunung Slamet belum diturunkan, maka masyarakat diminta tidak teledor. Kemungkinan meletusnya lagi gunung slamet masih mungkin terjadi meskipun saat ini tidak ada lagi aktivitas suara gemuruh, dentuman, dan lava pijar. Kini masih masih terlihat adalah embusan asap yang sesekali muncul dari puncak dan sudah tidak terlihat asap hitam yang keluar dari kawah.
Warga Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Pemalang, Jawa Tengah, melantunkan zikir dan doa meminta keselamatan seiring meningkatnya aktivitas Gunung Slamet.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Minggu (14/9/2014), penghuni lereng gunung api terbesar di Pulau Jawa ini pasrah dan waspada dengan mengadakan istighosah tiap malam.

Pemerintah Kabupaten Pemalang mengatakan, sudah menyiapkan semua logistik untuk mengevakuasi ribuan warga. Seluruh personil mulai dari BNPB, Basarnas, Linmas, dan TNI serta Polri disiagakan di daerah rawan dampak erupsi Gunung Slamet.

Simulasi evakuasi
dan penanganan bencana juga dilakukan warga Desa Binangun, Purbalingga, Jawa Tengah. Mereka belajar mengungsi dan menghindari erupsi Gunung Slamet dengan menggunakan tandu tradisional. Dua Pekan terakhir, aktivitas Gunung Slamet meningkat dengan terus mengeluarkan asap tebal dan lava pijar walau statusnya masih tetap Siaga. (Ap)
Sumber :
Liputan6.com

iberita.com

0 komentar:

Share

Twitter Facebook Stumbleupon Favorites More

 
Guitar